Sabtu, 12 Januari 2013

Sistem Penomoran Baru Dalam Pembuatan Faktur Pajak

Dengan mekanisme pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran sebagaimana diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Faktur Pajak mempunyai peran yang sangat strategis. Berbagai upaya penyempurnaan sistem telah dilakukan oleh DJP. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya segala bentuk penyalahgunaan Faktur Pajak dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, peraturan tentang Faktur Pajak kembali mengalami perubahan. Diharapkan juga, Pelayanan dan kenyamanan kepada seluruh Pengusaha Kena Pajak akan meningkat. Kebijakan ini merupakan langkah lanjutan, setelah program registrasi ulang Pengusaha Kena Pajak (PKP), dalam rangka meningkatkan tertib administrasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 tanggal 22 November 2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak yang akan berlaku efektif untuk penerbitan Faktur Pajak mulai tanggal 1 April 2013. Dalam peraturan tersebut, penomoran Faktur Pajak tidak lagi dilakukan sendiri oleh PKP, tetapi dikendalikan oleh DJP melalui pemberian nomor seri Faktur Pajak yang ditentukan bentuk dan tatacaranya oleh DJP. Untuk mendapatkan nomor seri Faktur Pajak, PKP perlu mengajukan surat permohonan kode aktivasi dan password secara tertulis ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP terdaftar. Surat pemberitahuan kode aktivasi akan dikirimkan melalui pos ke alamat PKP, sedangkan password akan dikirimkan lewat email. Setelah mendapat kode aktivasi dan password, kemudian PKP mengajukan surat permintaan nomor seri Faktur Pajak ke Kantor Pelayanan Pajaka (KPP) tempat PKP terdaftar untuk kebutuhan 3 (tiga) bulan. Selanjutnya, PKP akan mendapatkan surat pemberitahuan nomor seri Faktur Pajak untuk digunakan dalam penomoran Faktur Pajak. Berkenaan dengan peraturan baru ini, PKP perlu memastikan bahwa alamat yang terdaftar adalah alamat yang sesuai dengan kondisi nyata PKP. Hal ini dimaksudkan agar pada pengiriman surat pemberitahuan kode aktivasi dapat diterima oleh PKP. Apabila terdapat perbedaan antara alamat yang sebenarnya dengan alamat yang tercantum dalam Surat Pengukuhan PKP, maka PKP harus segera melakukan update alamat ke KPP tempat PKP terdaftar. PKP perlu juga mempersiapkan alamat surat elektronik (email) untuk korespondensi pemberitahuan email dan surat pemberitahuan kode aktivasi/surat pemberitahuan penolakan kode aktivasi yang Kembali Pos (kempos). Ketentuan-ketentuan baru yang diatur dalam Peraturan tersebut adalah : 1. Kode dan nomor seri Faktur Pajak terdiri dari 16 (enam belas) digit yaitu : 2(dua) digit kode transaksi, 1 (satu) digit kode status, dan 13 (tiga belas) digit nomor seri Faktur Pajak; 2. Nomor seri Faktur Pajak diberikan oleh DJP melalui permohonan dengan instrumen pengaman berupa kode aktivasi dan password; 3. Identitas Penjual dan Pembeli, terutama alamat harus diisi dengan alamt sebenarnya atau sesungguhnya; 4. Jenis Barang Kena Pajak atau Jasa kena Pajak harus diisi dengan keterangan yang sebenarnya atau sesungguhnya; 5. Pemberitahuan PKP/pejabat/pegawai penandatangan Faktur Pajak, harus dilampiri dengan fotokopi kartu identitas yang sah dan dilegalisasi pejabat yang berwenang; 6. PKP yang tidak menggunakan nomor seri Faktur Pajak dari DJP atau menggunakan nomor seri Faktur Pajak ganda akan menyebabkan Faktur Pajak yang diterbitkan merupakan Faktur Pajak tidak lengkap; 7. Faktur Pajak tidak lengkap akan menyebabkan PKP pembeli tidak dapat mengkreditkan sebagai Pajak Masukan dan PKP Penjual dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan diterbitkannya peraturan tersebut, diharapkan PKP dapat mempersiapkan diri untuk menyesuaikan penomoran Faktur Pajak. Apabila diperlukan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi KPP tempat PKP dikukuhkan atau melalui Kring Pajak 500200. Sumber : www.pajak.go.id

Baca selengkapnya...

Minggu, 30 Desember 2012

Jurang Fiskal

Akhir-akhir ini, banyak terdengar perbincangan tentang "jurang fiskal" yang terjadi Amerika Serikat (AS), dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi ekonomi global. Tapi, apa sebenarnya "jurang fiskal" (fiscal cliff) itu? Jurang fiskal merupakan potensi dampak negatif yang akan terjadi jika kedua kubu politik di Amerika Serikat, Partai Demokrat yang menyokong Presiden Barack Obama, dengan Partai Republik yang mendominasi Kongres, gagal menyepakati masalah kenaikan pajak dan pemotongan anggaran pada akhir tahun ini. Di bawah pemerintahan pendahulu Obama, George W. Bush, memberikan insentif berupa diskon pajak untuk seluruh penghasilan, baik pribadi maupun perusahaan, termasuk dinikmati oleh orang-orang kaya Amerika. Nah, pemotongan pajak ini akan berakhir pada 31 Desember 2012. Obama ingin mengakhiri diskon pajak untuk orang kaya Amerika, yaitu mereka yang berpenghasilan di atas US$ 200.000 per tahun per individu. Alih-alih mendukung permintaan Obama, politisi dari Partai Republik justru mengusulkan diskon pajak tersebut tetap dilanjutkan. Sebagai gantinya, mereka mengusulkan pemotongan anggaran tunjangan jaminan sosial, serta anggaran bagi 1.000 program Pemerintah Amerika, termasuk tunjangan pengangguran dan anggaran program pendidikan. Jika tidak ada kompromi, maka pajak semua orang akan naik. Namun, anggaran belanja Amerika juga akan dipotong. Hal ini menyebabkan beberapa analis khawatir hal ini menyebabkan ekonomi Amerika berkontraksi sehingga memicu resesi lain. Tidak ada konsensus yang universal mengenai bagaimana hal ini dapat mempengaruhi Asia. Tentu, jika Amerika "menuju pada jurang fiskal", maka ia akan menekan sentimen investor. Ini akan berdampak buruk ketika pemain melepaskan aset-aset yang berisiko. Barangkali ini mungkin sudah terjadi, maka kebuntuan terus berlanjut. Secara umum, kenaikan pajak di Amerika akan menyebabkan penurunan tingkat konsumsi. Dampaknya, ini dapat merugikan ekonomi negara-negara Asia yang berorientasi pada ekspor. Negara-negara seperti Cina, Korea, Taiwan, Malaysia, dan Thailand kemungkinan besar akan terkena imbas yang besar daripada negara-negara yang perekonomiannya didorong oleh konsumsi dalam negeri seperti India dan Filipina. Menurut Kantor Perwakilan Perdagangan AS, Indonesia hanya merupakan mitra dagang Amerika yang terbesar ke 28. Pada tahun 2011, barang impor AS dari Indonesia mencapai US$ 19,1 miliar, sebanyak US$ 4,3 miliar adalah pakaian rajutan dan produk-produk pertanian serta minyak sebesar US$ 361 juta. Dengan asumsi Amerika melompat ke jurang fiskal, ekspor Indonesia yang terpukul parah mungkin barang non-esensial seperti pakaian. Warga Amerika tentu tidak akan mengurangi makanan. Tapi jumlah pakaian ekspor ke AS kurang dari 0,5% PDB Indonesia, sehingga sektor ini tidak akan dipengaruhi oleh belanja konsumen yang lebih rendah di Amerika. "Decoupling" ketergantungan global terhadap perekonomian Amerika mungkin benar! Memang, ada beberapa yang percaya bahwa " jurang fiskal" hanyalah mitos yang dibawa Partai Republikan yang berusaha untuk mendorong agenda mereka mengenai pajak rendah dan penghematan pemerintah. Penerima Nobel Paul Krugman menyatakan dalam sebuah artikel harian New York Times 11 November 2012: "Prospek atas menjulangnya pemotongan belanja dan kenaikan pajak bukan krisis fiskal. Hal ini, sebaliknya, krisis politik yang disebabkan oleh upaya G.O.P (Partai Republikan) untuk mengambil jaminan ekonomi." Menurut saya, ini adalah pelajaran penting bagi kita semua. Jurang fiskal pada dasarnya adalah sengketa politik, antara yang orang baru dan terpilih kembali. Presiden Obama yang baru terpilih kembali percaya bahwa pemerintah harus memainkan peran lebih besar dalam perekonomian Amerika. Kongres yang didominasi oleh kaum Republikan tengah merajuk yang dilandasi ideologis justru berpikir sebaliknya. Hal ini juga sempat terjadi di Indonesia yakni pada akhir Maret 2012. Dan, terdengar menakutkan bagi orang-orang yang memperhatikan politik Indonesia. Ada pertarungan serupa antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mempertanyakan harga bahan bakar minyak (BBM). Ada posisi yang tampaknya tak terdamaikan. Yakni eksekutif menginginkan harga BBM naik, fraksi tertentu di DPR menentang. Seperti kita tahu, pemerintah menyerah. Alhasil, isu kebijakan publik yang penting itu hingga kini belum juga terselesaikan. Tidak jelas apakah hal serupa bisa terjadi di Amerika, Pemerintahan Obama yang baru masih segar dibandingkan dengan pemerintahan SBY. Namun, yang tampak mantan profesor hukum ini menunjukkan ketegasan yang jauh lebih besar ketimbang sang jenderal. Apapun masalahnya, jelas ada pelajaran bahwa Anda tak dapat memisahkan ekonomi dan bisnis dari politik. Tapi, apakah warga Indonesia mengetahui hal ini? Oleh Karim Raslan

Baca selengkapnya...

AKHIR DARI POLEMIK JURANG FISKAL AMERIKA

Setelah lama buntu, negosiasi masalah anggaran antara Gedung Putih dan Ketua Parlemen Amerika Serikat (AS) John Boehner mengalami kemajuan dalam beberapa hari terakhir ini. Kedua pihak masih harus menyamakan pandangan terhadap isu-isu signifikan sebelum mencapai kesepakatan yang diharapkan terjadi akhir tahun ini. Sejumlah isu kontroversial seperti pajak dan sistem layanan kesehatan Amerika, Medicare, membayangi keberhasilan perundingan tersebut. Masing-masing harus menemukan jalan tengah untuk menghindari kebuntuan. Menurut sejumlah sumber, diskusi bergerak lebih signifikan dalam beberapa hari terakhir setelah kedua belah pihak menjalani komunikasi secara lebih serius. Namun rincian isi perundingan tetap dirahasiakan. Selama beberapa minggu terakhir, pemerintah Obama dan Partai Republik tengah bernegosiasi tentang cara mengatasi isu pemotongan pajak dan pemangkasan belanja negara yang mulai berlaku Januari tahun depan. Gedung Putih dan Partai Republik masing-masing telah mengajukan proposal yang bertolak belakang dalam mengatasi permasalahan fiskal yang dikenal sebagai fiscal cliff. Partai Republik ingin pemerintah memangkas belanja negara, sebuah permintaan yang ditolak Demokrat. Sementara Partai Demokrat telah mengajukan kenaikan pajak lebih tinggi, sesuatu yang tidak diinginkan kubu Republik. Alhasil, selama beberapa minggu terakhir, silang pendapat berfokus pada perubahaan apa yang harus diberlakukan terhadap kebijakan pajak. Sementara minggu lalu, para pemimpin kedua belah pihak berdebat tentang plafon hutang negara tersebut. Tanda kemajuan paling penting dalam negosiasi sejauh ini adalah fakta bahwa kedua pihak sepakat untuk tidak mengeluarkan pernyataan mengenai perundingan tersebut. Kabarnya seorang anggota Republik mengatakan, di Kongres kemajuan terbesar dalam negosiasi biasanya terjadi ketika dua kubu tidak berbicara di depan umum. Kubu Republik sedang menunggu langkah presiden Obama untuk mengidentifikasi seberapa besar pemotongan anggaran yang disetujuinya sebagai bagian dari pendekatan seimbang yang dijanjikannya kepada warga Amerika. Kendati demikian, kedua kubu tampak tetap optimis terhadap prospek kesepakatan antara keduanya. Ini tecermin dari pernyataan Obama bahwa dirinya ingin mengurangi defisit, namun yang dilakukannya dengan cara yang seimbang dan bertanggung jawab. Sebelumnya masing-masing pihak ragu sebuah kesepakatan bisa dicapai. Partai Republik masih menerka-nerka seberapa besar pemangkasan yang akan disepakati oleh Obama dalam hal belanja negara, sementara Gedung Putih masih menunggu besaran tingkat kenaikan pajak yang akan disetujui oleh Republik. Pada akhirnya dalam pidatonya, Obama terus menerus mengajak masyarakat untuk mendukung proposal kebijakan pajaknya, yakni untuk menaikkan tingkat tarif pajak bagi orang kaya Amerika. Ini untuk menengahi perdebatan antara Gedung Putih dan kubu Partai Republik di Kongres Amerika Serikat yang masih terjebak dalam adu argumen yang tak kunjung surut mengenai paket kebijakan yang ditujukan demi mengurangi defisit. Padahal, negara tersebut akan mengalami masalah yang dikenal sebagai “jurang fiskal” dalam waktu beberapa minggu. Para petinggi dari kedua kubu mempertahankan posisi mereka masing-masing pada wawancara sejumlah media elektronik. Ketua Kongres AS John Boehner mengatakan perundingan masih belum melangkah maju. Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner, yang berbicara atas nama pemerintah, mengatakan kubu Partai Republik perlu rehat sejenak dari negosiasi paket kebijakan ekonomi, namun mereka pada akhirnya akan menyepakati kenaikan tarif pajak. Hal ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah AS untuk menggalang USD1,6 triliun dari pajak selama 10 tahun ke depan. Bagi mereka, jelas situasi sekarang agak menyulitkan. Mereka tengah mencari tahu arah selanjutnya. Pemerintah Obama mungkin akan memberi sedikit waktu luang bagi mereka untuk mengetahui langkah berikutnya. Boehner menegaskan kubu Republik menyetujui kenaikan tarif pajak sebesar USD800 juta dalam 10 tahun. Namun, mereka berpendapat hal tersebut dilakukan dengan cara menghentikan sejumlah pemotongan pajak, bukan malah dengan menaikkan pajak. Dalam pandangan Republik, jika tarif pajak dinaikkan, ekonomi malah akan kian sulit bertumbuh. Sebagian pendapatan diraih dari sektor usaha kecil. Pernyataan-pernyataan terbuka seperti itu merupakan bagian yang lumrah dalam sebuah negosiasi, yang sepertinya masih jauh dari kata sepakat. Apa yang dikatakan politisi dalam adu pendapat di depan publik terkadang tidak mewakili apa yang dibahas dalam perundingan tertutup. Kali ini, kedua pihak menyadari singkatnya waktu yang mereka miliki sebelum pemangkasan anggaran belanja dan kenaikan pajak sebesar USD500 miliar dimulai Januari. Para staf anggota Kongres dari kedua partai menyatakan serangkaian pembicaraan tertutup yang kini berlangsung juga tidak produktif, sama seperti debat-debat di televisi. Para pembuat kebijakan menargetkan untuk menyelesaikan kesepakatan dua langkah sebelum akhir tahun. Langkah pertama terkait dengan tahap awal pemangkasan belanja serta perubahan kode pajak yang akan berlaku pada Januari tahun depan. Pada langkah kedua, para pengambil kebijakan diharuskan merevisi kode pajak dan program jaminan sosial (entitlement program). Meski kedua pihak terus adu otot, Geithner dan Boehner, serta para negosiator lain, menyiratkan masih tersedianya ruang negosiasi dan mencapai kesepakatan pada akhir tahun. Gedung Putih masih membuka peluang bagi terwujudnya perubahan pada Medicare dan Medicaid di luar usulan yang diangkat Republik pada Februari lalu. Namun, kubu Republik diharapkan mengajukan tawaran yang spesifik terlebih dahulu. Kesepakatan tersebut mencakup menaikan usia penerima Medicare menjadi di atas 65 tahun; mewajibkan orang kaya di Amerika untuk menyumbang lebih banyak dalam biaya perawatan mereka; dan memperlambat adanya kenaikan pada pencairan dana Jaminan Sosial. Boehner mengungkap usulan perubahan atas layanan Medicare seperti itu telah dibicarakan dengan Presiden Obama dalam sebuah rapat 2011 lalu tentang meningkatkan batas hutang. Mengenai Jaminan Sosial itu, program yang memberi tunjangan bagi pensiunan dan golongan penyandang cacat, Geithner mengatakan Gedung Putih sepertinya akan melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan adanya revisi. Namun, perubahan dalam program itu takkan bisa menekan defisit. Sebelumnya, Partai Republik mengajukan proposal pengurangan defisit baru kepada Gedung Putih dalam bentuk kenaikan pajak sebesar USD800 miliar. Separuh dari yang diajukan Presiden Obama sebelumnya. Gedung Putih dengan serta-merta menolak proposal itu. Namun, proposal tersebut mengindikasikan ambang batas angka yang akan disetujui oleh Partai Republik. Tawaran tersebut tiba beberapa hari setelah Gedung Putih membuka negosiasi dengan proposal mereka. Dengan adanya tawaran awal dari kedua belah pihak, parameter yang dipatok kedua kubu untuk negosiasi ke depan semakin jelas. Proposal yang diajukan memuat prospek pemangkasan Medicare serta program jaminan kesehatan lain sebesar USD600 miliar dalam 10 tahun. Sebelumnya, Obama mengajukan angka USD350 miliar. Proposal itu jelas akan memperlambat adanya kenaikan pada pencairan dana Jaminan Sosial, langkah yang ditentang sebagian besar anggota Kongres dari Partai Demokrat. Salah satu isi paket adalah mengenai pemasukan dari pajak, yang kubu Partai Republik anggap bisa dikantongi tanpa harus menaikkan tarif pajak. Partai Republik mengirimkan proposalnya ke Gedung Putih setelah mendapatkan tanda tangan Boehner serta pemimpin Partai Republik lainnya, termasuk Ketua Komite Anggaran di Kongres AS, Paul Ryan. Paul selama ini berkeberatan terhadap usulan kenaikan pajak, baik ketika ia masih berada di Kongres maupun ketika menjadi calon wakil presiden AS mendampingi Mitt Romney. Dukungannya penting dalam segala jenis kesepakatan. Pada akhirnya, polemik soal jurang fiskal ini diharapkan berakhir menggembirakan bagi kedua belah pihak dengan solusi menang-menang. Semuanya bukan hanya untuk kebangkitan ekonomi Amerika semata, melainkan kebangkitan ekonomi dunia. Business News

Baca selengkapnya...

Jumat, 07 Desember 2012

Belajar Kearifan dari Semut

Ketika memperhatikan gerak–gerik barisan semut yang tengah mengusung sebutir nasi putih, saya membayangkan kira-kira bagaimana percakapan Nabi Sulaiman dengan hewan lembut ini. Pasti telah terjadi perbincangan yang hebat, berpuluh abad yang lampau. Namun kemudian saya tercenung tatkala ingat bahwa E.O. Wilson mungkin juga “bercakap-cakap” dengan semut ketika ilmuwan itu mengamati perilaku hewan-hewan ini. Tentu saja, Wilson tak sehebat Sulaiman dalam memahami bahasa hewan. Namun ia mengonstruksi pengetahuannya menjadi apa yang disebut sebagai sosio-biologi, kira-kira semacam pemahaman tentang bagaimana hewan-hewan mungil itu hidup bermasyarakat. Ia mengamati bagaimana hewan-hewan ini bekerja sama, dan takjub. Mengapa semut demikian menarik? Beberapa orang yang mengamati perilaku semut mendapati sejumlah pelajaran menarik, yang rasa-rasanya sangat bagus bila diterapkan di dunia manusia, mungkin salah satunya agar organisasi berjalan efektif: 1. Semut bekerja sebagai sebuah tim. Nyaris sukar menemukan semut yang bekerja sendirian tanpa ditolong oleh semut-semut lain. Sebutir nasi pun digotong bersama. 2. Semut saling memercayai. Kerjasama yang baik hanya bisa dibangun di atas fondasi kepercayaan satu sama lain. Prasangka dan ketidakpercayaan melemahkan tim. 3. Semut bersikap terbuka. Ketika semut menemukan makanan, mereka menginformasikan kepada yang lain, yang kemudian datang dan berbagi. Ya, boleh dikata semacam networking dan sharing, kata yang popular saat ini. 4. Semut bermitra dan berperan sesuai kapabilitasnya. Pembagian peran yang tepat menjadikan masing-masing semut memahami apa yang harus ia lakukan untuk tim. Tidak ada yang merasa paling hebat. 5. Semut tekun dan fokus. Hewan-hewan ini bekerja begitu tekun dan tidak teralihkan perhatiannya kepada urusan yang lain sebelum satu urusan selesai. 6. Semut melakukan regrouping. Bila kita cermati akan terlihat bahwa semut kadang-kadang berganti peran ataupun berganti tim dengan begitu adaptif. Makhluk ini bersikap terbuka untuk mencoba gagasan baru dan bergabung dengan tim baru yang memerlukan perannya. Semut makhluk sosial yang hebat. Mereka sanggup membangun bukit yang tinggi berkat kerja kolektif yang saling memberi manfaat. *** Dian

Baca selengkapnya...

Rabu, 05 Desember 2012

JURANG FISKAL MASIH MENJADI FOKUS PERHATIAN

Pasar Uang Isu tentang jurang fiscal atau fiscal cliff di Amerika Serikat diperkirakan masih akan menjadi pusat perhatian pasar keuangan global. Saat ini pemerintahan Barack Obama dihadapkan pada upaya menyehatkan anggaran agar kelanjutan perekonomian AS dapat dijaga dengan baik. Jurang fiskal bertumpu pada dua aspek utama. Pertama, pemerintah AS akan memangkas anggaran rutin, terutama untuk pos pertahanan. Kedua, parallel dengan itu, pemerintah Obama akan menaikkan pajak bagi kelompok orang kaya di AS. Kelompok ini adalah mereka yang berpenghasilan di atas 250.000 dolar AS per tahun. Tercatat sebanyak 2% dari populasi penduduk AS termasuk ke dalam kelompok kaya tadi. Dengan mulusnya pembicaraan jurang fiscal yang kelak akan dijalankan di awal tahun 2013, maka prospek pemulihan ekonomi AS akan menjadi lebih jelas. Dampak positifnya akan menjalar ke sektor dunia usaha di AS. Sektor keuangan juga akan bergairah karena kepercayaan pasar meningkat. Permintaan property dan otomotif di AS akan melonjak. Pabrik-pabrik bekerja normal. Angka pengangguran menurun menuju level yang diharapkan, yakni 7%. Indeks manufaktur akan melampaui batas aman yang 50. Ujung-ujungnya, kegiatan ekonomi bergerak lebih dinamis. Negara-negara mitra dagang utama AS, khususnya Indonesia, akan kecipratan dampak positifnya, di mana mata uang rupiah akan mengalami keseimbangan baru. Permintaan ekspor dari AS juga akan melonjak. Aliran modal asing juga akan semakin deras. Ujung-ujungnya, ada harapan pemulihan ekonomi dunia juga akan terdorong. Tercatat kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu lalu (28/11) ditutup melemah tipis 5 poin (0,051%) ke posisi Rp9.615/Rp9.620 dari posisi sebelumnya Rp9.610/Rp9.615. Pelemahan rupiah hari ini masih didominasi oleh memburuknya kekhawatiran pasar terhadap zona euro. Terutama setelah euforia atas keputusan bailout Yunani berakhir. Yunani memang telah mendapatkan kepastian akan pencairan dana bailout yang diperkirakan cair pada 13 Desember 2012. Tapi, perkembangan di Jerman terakhir justru mengisyaratkan akan adanya kendala saat Parlemen Jerman membahas skema bailout terakhir untuk Yunani. Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya Rp9.620 setelah menguat ke leval Rp9.595 dari posisi pembukaan Rp9.600 per dolar AS. Ada beberapa Laporan, parlemen Jerman akan mengadakan voting bailout Yunani pada Jumat pekan lalu. Tapi, komentar terakhir dari salah satu anggota parlemen Jerman dari partai oposisi Steinbroejk menyatakan, bahwa proses voting kemungkinan akan ditunda. Sebab, parlemen Jerman masih membutuhkan waktu untuk membahas skema bailout yang disusun oleh menteri keuangan zona euro. Pasar mengkhawatirkan, Jerman mungkin tidak akan bisa melakukan apa yang telah disepakati pertemuan Euro Group kemarin dengan poin yang sangat banyak. Seharusnya waktu voting tersebut akan ditunda hingga semua informasi skema penyelamatan Yunani lengkap. Selain itu, kemungkinan transfer keuntungan dari obligasi Yunani yang diperoleh oleh European Central Bank (ECB) ke pemerintah Athena, dipermasalah Bank Sentral Jerman. The Deutsche Bundesbank mengklaim lebih berhak atas apa yang dilakukan terhadap laba yang diperoleh dari laba obligasi Yunani. Karena itu, transfer laba obligasi ke Yunani akan menjadi perselisihan di masa yang akan datang. Pada saat yang sama, rupiah juga mendapat tekanan negatif dari laporan inflasi Bank of England (BoE) yang cukup negatif. Sebab, Gubernur BoE masih mengutarakan kecemasan terhadap kontraksi ekonomi Inggris walaupun data Produk Domestik Bruto (PDB) terakhir menunjukkan masih tumbuh 1% untuk kuartal III-2012. Belum lagi, komentar dari salah satu petinggi The Fed yang menentang program perpanjangan Operation Twist yang berakhir pada Desember 2012. Selain itu, juga tentangan atas penambahan jumlah pembelian obligasi oleh The Fed yang berbasis KPR yang disebut quantitative easing (QE) ketiga (QE-3). Karena itu, secara umum sentimen pasar negatif bagi rupiah. Apalagi, data ekonomi yang dirilis AS cukup positif seperti Durrable Goods Order, Indeks Harga Rumah, Indeks Kepercayaan Konsumen, dan Indeks Manufaktur. Ini cukup menegaskan performa dolar AS terhadap mata uang lainnya sehingga menjadi tekanan negatif bagi rupiah. Alhasil, rupiah melemah tipis di tengah dolar AS yang stagnan terhadap mayoritas mata uang utama tapi menguat terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Untuk minggu ini, dengan sentiment yang lebih baik, ada peluang rupiah menguat pada kisaran Rp 9.580-Rp 9.620 per dolar AS di tengah kinerja perekonomian Indonesia yang tetap terkendali dengan baik. Pasar Modal Harapan yang sama juga tercurah pada perkembangan kinerja Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang diharapkan mampu lolos dari lubang jarum. Setelah sempat menyelinap ke bawah batas psikologis 4.300, akhirnya IHSG ditutup di level 4.304,82. Berarti, pada Rabu lalu (28/11) indeks hanya melemah 32,69 poin (0,75%) dibanding dengan penutupan sebelumnya. Ini sungguh mengejutkan. Soalnya, longsor berat itu terjadi di saat Menteri Keuangan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui dana talangan Yunani sebesar 44 miliar euro. Menurut Olli Rehn, Komisaris Ekonomi dan Moneter Uni Eropa, Yunani akan mendapatkan dana talangan itu pada 13 Desember 2012 ini. Tentu kabar baik ini akan membuat masa depan Yunani dan Eropa lebih baik. Namun itu saja belum cukup menghibur pelaku bursa. Para kreditur juga sepakat memotong suku bunga pinjaman dan memperpanjang utang jatuh tempo menjadi 10–15 tahun. Yang lebih menggembirakan lagi, Menteri Keuangan Uni Eropa juga menjanjikan bantuan menyelamatan 240 miliar euro. Dari jumlah tersebut, sampai saat ini Yunani telah menikmati bantuan menyelamatan 150 miliar euro. Seharusnya, menurut John Veter, kabar baik dari Yunani itu berdampak positif terhadap IHSG. Masalahnya, kenapa IHSG masih berat untuk menguat. Tetapi yang pasti, penurunan indeks juga terjadi di bursa Wall Street dan di sejumlah pasar modal dunia lainnya. Di bursa Wall Street, indeks Down Jones (DJIA) dan Nasdaq masing-masing sempat melemah 0,69% dan 0,30%. Tidak hanya di Amerika, penurunan harga juga dialami saham-saham di sejumlah bursa Asia. Indeks Hang Seng, misalnya, turun 0,62%. Pelemahan juga dialami oleh indeks Kospi (0,65%), Nikkei (1,22%) dan Straits Times (0,09%). Goyangan dari bursa dunia inilah yang diduga menjadi penyebab loyonya IHSG. Turunnya indeks di sejumlah bursa dunia tampaknya tak lepas dari sejumlah peristiwa yang bakal terjadi di Amerika. Minggu lalu, Ben Bernanke, Gubernur The Fed, menyampaikan berpidato soal solusi atas ancaman jurang fiskal (fiscal cliff) di Amerika. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan keluar rilis tentang kepercayaan konsumen. Sambil menunggu kabar baik dari Amerika, para investor di sejumlah bursa melakukan aksi jual. Ada yang percaya, Bernanke akan mengumumkan stimulus quantitative easing jilid IV untuk mengatasi kelesuan ekonomi sebagai dampak kebijakan kenaikan pajak dan penghematan anggaran Presiden Barrack Obama. Tapi sebagian pasar menganggap Bernanke sebagai orang yang sangat disiplin dan hati-hati. Perbedaan pandangan itu tentu akan membawa konsekuensi masing-masing. Jika pidato Bernanke dan rilis kepercayaan konsumen Amerika positif, maka IHSG diperkirakan akan melesat. Jika sebaliknya, maka harga saham-saham akan semakin loyo. Soalnya, kebijakan fiscal cliff karya pemerintahan Obama bisa membuat Amerika masuk ke lembah resesi. Jika yakin Bernanke akan menurunkan quantitative easing IV, justru kinilah saatnya bagi investor untuk berbelanja. Sebab, indeks akan bergerak di kisaran 4.300–4.400 minggu ini. Memang bursa saham AS sempat bergerak turun pada perdagangan Rabu (28/11) lalu karena investor masih diliputi kekhawatiran sulitnya negosiasi dalam mengatasi tebing fiskal. Investor berbondong-bondong mengamankan posisi yang aman. Investor merespon pernyataan anggota parlemen tentang sedikitnya kemajuan negosiasi dalam menghindari tebing fiskal. AS terancam resesi dengan kenaikan pajak dan penghematan anggaran per 1 Januari 2013. Pasar juga menunggu data penjualan rumah untuk bulan Oktober. Para ekonom mengharapkan terjadi kenaikan seperti pada bulan September lalu. Pasar juga mencermati kabar dari The Fed yang akan merilis Beige Book tentang kondisi ekonomi regional. Rilis tersebut diharapkan akan mengalami pertumbuhan meskipun ada badai Sandy. Secara umum ancaman tebing fiskal tenah membebani bursa global. Bursa Eropa turun 0,4%. Bursa Asia diwarnai pelemahan seperti indeks Nikkei dan indeks Shanghai yang terus melanjutkan pelemahan. Indeks Nikkei terendah dalam tujuh bulan dan indeks Shanghai terendah dalam empat tahun. Kembali ke BEI, ternyata IHSG sudah naik sekitar 14,5% untuk periode year to date sampai dengan 26 November 2012 lalu. Dibandingkan bursa-bursa Asia lainnya, performa IHSG itu menempati posisi keempat terbaik. Namun, posisi ini turun dibandingkan awal tahun 2012. Di awal tahun 2012 lalu, bursa Indonesia masih menempati peringkat kedua. Saat ini, IHSG masih di bawah Thailand sebagai jawara bursa regional dengan kenaikan 28,5%. Sementara itu, bursa India melaju 20%; dan indeks Hongkong, Hangseng naik 18,6%. Dengan anggota bursa yang sudah mencapai 460 pada November ini, regulator bursa berharap kontribusi investor domestik akan meningkat. Dengan demikian, jika terjadi gejolak di pasar modal dan penarikan dana besar-besaran (redemption) global, IHSG memiliki kekuatan untuk tidak jatuh terlalu banyak dan tidak kolaps sehingga tidak menggoyangkan perekonomian. Otoritas bursa tidak terlalu mengharapkan investor domestik bisa mendominasi kepemilikan saham. Setidaknya selisih antara investor asing dan domestik tidak terlalu lebar. Secara sektoral, saham perbankan, consumer goods, konstruksi dan transportasi akan menjadi incaran pemodal sepanjang minggu ini. Kebijakan perbankan dan fiscal yang hati-hati juga menjadi katalis potensi penguatan IHSG pada kisaran 4.330-4.380 minggu ini. Business News

Baca selengkapnya...

Jumat, 23 November 2012

WISATA BALI: INILAH LOKASI FOTO TERFAVORIT DI BALI

Inilah lokasi pemotretan yang paling disukai wisatawan domestik maupun mancanegara selama berada di Bali. Berdasarkan pengamatan Bisnis.com di sejumlah buku tentang Bali dan situs jejaring media sosial, tempat berikut merupakan kekayaan alam dan ada pula destinasi baru buatan manusia. Bagi Anda yang sedang berakhir pekan atau merencanakan kunjungan ke Bali, tak ada salahnya menjadwalkan ke tempat ini. Praktisi pariwisata Made Susila mengatakan Pantai Kuta menjadi salah satu destinasi yang paling dituju wisatawan untuk berfoto. “Anda belum pernah ke Bali kalau belum mampir dan berfoto di Pantai Kuta,” katanya, Sabtu (3/11). Berikut ini gambaran tentang Pantai Kuta dan lokasi lain yang tak dilewatkan wisatawan sebagai latar belakang pemotretan untuk kenang-kenangan usai berlibur di Bali: Pantai Kuta, Badung: Pantai berpasir putih ini paling ramai dikunjungi wisatawan menjelang matahari terbenam (sunset). Selain menikmati panorama indah dan merasakan kelembutan pasir putih, mereka berfoto dengan latar belakang matahari dengan sinar teja yang elok. Ada pula yang berpose seolah menggenggam ataupun mencium matahari. Tanah Lot, Tabanan: Wisatawan sangat menyukai berfoto di depan pura yang berada di atas batu cadas di pinggir pantai itu. Mereka menjepret bertepatan dengan ombak besar menabrak batu karang yang membuncahkan air laut dengan begitu indah. Garuda Wisnu Kencana Park (GWK), Badung Selain lanskap irisan batu kapur dan panorama yang memukau, lokasi ini memiliki patung kepala garuda dan kepala Wisnu yang dijadikan objek pemotretan. Ada yang menjulurkan tangan seolah-olah masuk ke paruh sang burung, atau berpose agar foto yang dihasilkan membuat si wisatawan seakan bersandar di patung kepala Wisnu. Sayangnya, patung yang digagas seniman Nyoman Nuarta itu belum rampung. Kelak jika sudah selesai utuh bakal mengalahkan tinggi patung Liberty di Manhattan, Amerika Serikat. Danau Beratan, Bedugul, Tabanan: Di danau ini terdapat pura yang tampak seperti mengapung. Jutaan orang telah mengambil gambar dengan latar belakang pura dan danau indah ini. Mereka yang memiliki nyali besar memilih berfoto sambil naik perahu ke tengah danau sehingga memiliki sudut pandang yang lebih berbeda. Kintamani, Bangli: Wisatawan yang berfoto di lokasi ini bisa mengambil posisi di daerah Penelokan agar Gunung Batur dan Danau Batur berada dalam satu bidikan. Kawasan gunung berapi kaldera Batur yang belum lama ini ditetapkan Unesco sebagai geopark dunia. Pura Besakih, Karangasem: Ini merupakan pura terbesar di Bali yang menjadi pusat upacara Hindu terbesar di Bali. Wisatawan suka berfoto di depan pura, apalagi saat cuaca cerah tampak Gunung Agung yang anggun di kejauhan. Taman Ayun, Mengwi, Badung: Pura yang dikitari kolam yang sekaligus berfungsi sebagai pengairan sawah ini merupakan bagian dari sistem subak yang kini menjadi warisan budaya dunia. Kebanyakan wisatawan justru berfoto dari samping atau belakang pura yang memperlihatkan jajaran meru kuno di tempat persembahyangan ini. Persawahan Jatiluwih, Tabanan: Kawasan persawahan bertingkat-tingkat ini bukan hanya digemarti wisatawna untuk berpotret, tetapi juga lokasi yang bagus untuk foto pre-wedding dan beberapa kali digunakan sebagai lokasi pegambilan gambar iklan dan videoklip. Bajra Sandhi, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar: Lokasi in tergolong baru, karena dibangun pada 1990-an. Karena lokasinya berada dalam kawasan city tour karena berada di jantung kota Denpasar, banyak pula warga setempat yang berfoto di sana sambil olahraga. Pada hari Minggu, jalan di seputaran Bajra Sandhi di kawasan Renon itu tertutup bagi kendaraan bermotor. Nah, sekarang tinggal pilih, di mana Anda akan berpose untuk kenang-kenangan perjalanan di Bali. Dan, persiapkan gaya terbagus untuk diunggah ke jejaring media sosial. Bisnis.com

Baca selengkapnya...

Selasa, 20 November 2012

EKSODUS PERTANIAN

Menurunnya jumlah pekerja di sektor pertanian sebetulnya bukan realitas baru di Indonesia. Penurunan semacam itu terjadi setiap tahun dengan ber­bagai penyebab. Apakah penurunan tersebut menjadi bukti sahih bahwa profesi tani makin tidak menarik bagi warga perdesaan? Kita dapat menyebut penurunan pekerja pertanian itu sebagai eksodus, disengaja atau terpaksa. BPS belum lama ini merilis data terbaru tentang penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Disebutkan, jumlah pekerja di sektor pertanian atau petani menurun sebesar 1,4 persen dari 39,33 juta orang pada Agustus 2011 menjadi 38,88 juta orang pada Agustus 2012. Meskipun BPS mengatakan penurunan tersebut terjadi karena bersamaan dengan bulan puasa, bagaimanapun penurunan itu sama sekali tidak bisa dianggap kejadian biasa. Sektor pertanian kita memang sedang me­ngalami masalah serius. Meski sumbangannya pada pertumbuhan ekonomi nasional dikatakan meningkat, peningkatan itu sebetulnya sangat jauh dari harapan. Politik pertanian yang tidak sepenuhnya memihak kepada petani merupakan salah satu penyebab menurunnya daya tarik pertanian. Politik pertanian yang kehilangan roh keagrarisan (mengingat Indonesia masih sering disebut-sebut negara agraris) rupanya berdampak buruk pada produktivitas pertanian. Itulah me­ngapa hampir 65 persen kebutuhan pangan di dalam negeri masih harus dipenuhi dari impor. Realitas impor yang menyerbu hingga ke pasar-pasar tradisional di berbagai daerah terpencil sekalipun, merupakan sebuah pukulan yang menyurutkan semangat para pe­tani untuk terus bertahan di sektor yang telah mereka geluti secara turun-temurun. Di sejumlah daerah yang pernah dikunjungi, sebagian tukang ojek merupakan mantan petani. Profesi tukang ojek menjadi pilihan karena daya tampung sektor industri sangat terbatas, atau tidak tersedia sama sekali, sementara pertanian tidak lagi dapat diandalkan menopang ekonomi ke­luarga. Profesi tukang ojek juga menjadi pilihan yang paling mudah karena terbantu kemudahan dalam pemilikan sepeda motor. Pada kasus ini, eksodus pertanian rupanya difasilitasi pula oleh buruknya kebijakan transportasi. Data lain menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pertanian terus menurun. Antara tahun 2008 hingga 2010 umpama, pertumbuhan sektor pertanian hanya 4,8 persen, lalu menurun menjadi 4,1 per­sen (2009), dan 2,9 persen (2010). Pada saat yang sama, peran pertanian sebagai sumber pertumbuhan PDB juga menurun, dari 0,6 persen (2008) menjadi 0,5 persen (2009), dan 0,4 persen (2010). Banyak pihak menduga bahwa menurunnya daya tarik pertanian merupakan akibat dari politik pertanian yang timpang dan pengembangan pertanian hanya dimaknai sebagai peningkatan produksi. Sementara faktor produksi utama (baca: petani) kurang mendapat perhatian. Padahal, tata cara pengolahan pertanian Indonesia hingga kini masih bersifat padat karya. Oleh sebab itu, mengabaikan kesejahteraan petani merupakan langkah sistematis melumpuhkan ke­kuatan penopang sektor pertanian. Eksodus pekerja sektor pertanian bukanlah sebuah fenomena pertanian semata. Kejadian ini sekaligus pula merupakan persoalan politik, sosial, bahkan budaya. Salah satu dampak eksodus yang kini dirasakan ialah terjadinya gelombang urbanisasi yang tidak berkualitas. Bagi kota-kota besar, eksodus pertanian menambah beban pemerintah kota dan memicu aneka masalah sosial di perkotaan. Pertanian bukan hanya soal kemandirian pangan, apalagi swasembada beras. Pertanian merupakan fondasi terpenting dan strategis kemandirian bangsa. Pertanian bahkan juga merupakan ponopang terpenting bagi industrialisasi. Dapat dipastikan eksodus pertanian bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Maka, eksodus pertanian (terutama yang bersifat permanen) mesti dicegah dengan kebijakan pertanian yang komprehensif mulai dari hulu hingga hilir dan pro-petani. BusinessNews

Baca selengkapnya...

Senin, 12 November 2012

Berbisnis Itu Sederhana

Bagaimana cara berbisnis yang efisien dan efektif? Pertanyaan ini diajukan spontan seorang mahasiswa kepada usahawan Sudono Salim (Liem Sioe Liong) di sebuah acara rileks di Hotel Grand Hyatt tahun 1996. Oom Liem, sapaan akrab usahawan itu, hanya tertawa, tetapi kemudian hanya terdiam. Om Liem, yang hari Minggu, 10 Juni lalu, meninggal dunia di Singapura, tetap diam seribu bahasa sekalipun terus dipancing untuk berbicara. Oom Liem memang dikenal tidak suka banyak bicara. Dua temannya yang hadir di sana, usahawan Eka Tjipta Widjaja dan Sukanta Tanudjaja dari PT Sinar Sahabat, juga diam saja. Namun, akhirnya ketika melihat mahasiswa tadi masih duduk, Oom Liem pun tidak tega. ”Saya ini orang lapangan, mana mengerti pertanyaan seperti itu,” ujarnya. Ia mengatakan, berbisnis itu pada intinya meraih untung. Kalau tidak laba, bukan dagang namanya. Namun, laba di sini tidak asal laba, tetapi dengan cara benar. Tidak menabrak aturan, tidak merugikan atau mengganggu orang lain. Ia menambahkan, hal penting yang harus digenggam erat adalah ”menjaga nama” (reputasi). Jangan menipu, dan kalau berutang, bayarlah utang itu. Jangan sampai tidak bayar utang. Tak baik itu. ”Sekali dua, kamu masih bisa menipu. Tetapi, pada kesempatan berikutnya, tidak ada lagi yang percaya kepada kamu. Itu celaka namanya!” Oom Liem lalu bercakap-cakap akrab dengan Eka dan Sukanta. Usia mereka tidak berselisih jauh. Saat itu, Oom Liem berusia 81 tahun, Eka Tjipta 75 tahun, dan Sukanta 68 tahun. Usahawan Tong Djoe, sahabat baik Oom Liem, pada kesempatan lain mengatakan, apa yang disampaikan Oom Liem adalah pokok-pokok berbisnis yang benar. Tong mengatakan, berbisnis pada intinya memang untuk meraih profit. Namun, para pebisnis harus memahami bahwa meraih profit di sini dalam konteks mengail keuntungan dengan jalan lurus. Tidak menipu, tidak mengelabui, tidak membohongi, tidak curang. Jangan menjual barang kedaluwarsa. Stok barang masih sangat banyak, tetapi dibilang habis. Hanya untuk meraih untung ketika barang langka. Sebab, harga otomatis naik saat permintaan lebih tinggi dibandingkan dengan suplai. Menjaga nama baik juga digarisbawahi Tong Djoe. Ia mengatakan, dulu ketika generasi pertama masih aktif berdagang, kepercayaan menjadi sendi bisnis yang amat memesona. Pinjaman ratusan juta rupiah (amat besar pada awal 1970-an) bisa diberikan begitu saja tanpa tanda terima. Saat utang dikembalikan dengan bunga, yang meminjami tidak bersedia menerima bunga. Ia hanya mau menerima pokok utang. Menerima bunga berarti mencederai pertemanan dalam bisnis. Ini membuat yang tadinya berutang merasa berkewajiban menjaga perangai. Jangan sampai melakukan tindakan tidak patut. Ia pun mesti melakukan hal yang sama kepada usahawan lain yang membutuhkan. Jadilah bisnis dengan sistem kepercayaan itu berjalan mulus dan damai. Dalam era kini, utang-piutang berjumlah besar selalu butuh saksi, tanda terima, pakai akta notaris, dan jaminan berlapis, tetapi kerap masih dibayangi masalah. Bagi Tong, itu mencederai filosofi bisnis yang baik dan benar. Mestinya, kata Tong, langgam kita berbisnis kembali ke masa lalu yang penuh damai, persahabatan tulus, persaingan sehat, dan setia kawan yang dalam. Abun Sanda

Baca selengkapnya...

Senin, 05 November 2012

Kesombongan Datang Mendahului Kejatuhan

Ungkapan ini kerap digunakan para usahawan generasi pertama Indonesia. Bagi mereka, terutama yang merintis usaha dari titik nol, kesombongan itu sungguh celaka. "Engkau ingin berbisnis tetapi sombong? Ha-ha-ha-ha, sudah, pulang tidur saja, engkau tidak berbakat bisnis," ucap usahawan besar Eka Tjipta Widjaja ketika masih berada di panggung bisnis internasional, beberapa waktu lalu. Eka, pendiri sekaligus generasi pertama Grup Sinar Mas, menyadari betul bahwa seorang usahawan memang harus punya sikap, jujur, dan reputasi tinggi.Namun, hukum bisnis yang sangat keras adalah pengusaha dilarang sombong. Untuk memberi gambaran riil, ia menyatakan, sombong, apalagi sok tahu, hanya akan mencelakakan si pengusaha. Eka menuturkan, ia pernah menemukan seorang usahawan "baru berkembang" mengajari seorang usahawan besar tentang strategi bisnis dan arah bisnis ke depan. "Saya diam saja, dan usahawan yang diajari itu juga diam saja. Maklum, ia sangat rendah hati. Namun, saya terkesima, mengapa anak muda itu memiliki perangai seperti itu. Saya bergegas pergi dan membatin, apa tidak salah ya, ada anak ayam hendak mengajari burung garuda terbang?" Kepada anak dan cucunya, Eka suka menekankan peristiwa ini sebagai contoh, "Jangan coba-coba sombong kalau ingin menjadi pebisnis hebat." Sombong atau bangga yang berlebihan hanya akan menjauhkan usahawan dari rezeki. Pelanggan, konsumen, atau klien akan menjauh. Mereka akan mencari usahawan yang lebih enak diajak bekerja sama, lebih asyik dijadikan mitra bisnis. Sinar Mas tidak main-main dengan impiannya menjadi perusahaan besar dunia. Dua produknya, minyak sawit mentah (CPO) dan bubur kertas (pulp and paper), masuk elite dunia. Hal yang menarik, raksasa bisnis ini tetap rendah hati. Mereka tahu bahwa para rival terus mengejar mereka, kalau perlu mendahului mereka. Oleh karena itu, perusahaan tersebut tidak pernah berhenti berkreasi. Usahawan properti Trihatma Kusuma Haliman juga menekankan pentingnya rendah hati. "Hochmut kommt vor dem fall (kesombongan datang mendahului kejatuhan)," ujar Trihatma, pekan lalu. Ungkapan Jerman ini kerap diajarkan kepada anak-anak Jerman agar tidak berlebihan. Rendah hati tidak menyurutkan gengsi dan reputasi. Justru rendah hati membuat seorang usahawan dipandang amat tinggi oleh usahawan lain. Urusan rendah hati ini "hanya" satu unsur kecil dari begitu banyak formula dalam berbisnis. Untuk menjadi pebisnis besar, seorang saudagar tidak hanya dituntut harus rajin, ulet tiada tara, sabar, atau reputasi, tetapi juga cerdas melihat peluang, visi bisnis yang jauh ke depan, kreasi, dan inovasi tiada henti. Bill Gates ataupun Steve Jobs, sekadar menyebut contoh, dipandang amat tinggi karena selalu berlari jauh lebih cepat dibandingkan para kompetitornya. Mereka tidak sekadar satu langkah di depan kompetitor, tetapi dua sampai tiga langkah. Banyak contoh lain tentang aspek ini. Samsung kini menjadi raksasa produk elektronik dunia, meninggalkan Sony. Adapun produk Korea lainnya, Hyundai, kini menjadi produsen mobil keempat besar di dunia. Bayangkan, tujuh tahun silam siapa yang memandang Hyundai? Namun, kini produk raksasa ini menyusup jauh ke pedalaman raksasa-raksasa ekonomi dunia. Suka tidak suka, harus diakui, Hyundai sukses menerobos panggung elite otomotif dunia. Mereka unggul atas produsen mobil Italia, Inggris, Swedia, dan Perancis. Hyundai hanya kalah dari produsen Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman. Mukiat, salah seorang eksekutif Hyundai Indonesia, menyatakan, produk tersebut mampu menjadi empat besar dunia bukan hanya karena teknologi yang sangat maju, bukan pula sekadar kreasi yang sangat tinggi, melainkan karena sikap rendah hati, tidak merasa lebih dari produsen lain. Para eksekutif papan atas Hyundai tidak pernah merasa puas. Seorang eksekutif otomotif di Jakarta menyatakan, jangan pernah lengah. Lihat bagaimana nasib Nokia. Produk telepon genggam asal Finlandia itu demikian gagah perkasa, seolah tak ada yang mampu mengejarnya. Namun, ketika datang Blackberry, Nokia langsung terpengaruh. Abun Sanda

Baca selengkapnya...

Kamis, 01 November 2012

Tujuh 'Dosa Besar' dalam Berinvestasi

Sebagai seorang investor, siapakah musuh terbesar Anda? Jawabannya, diri Anda sendiri. Mengapa? Karena Anda mudah tergoda dan jatuh ke dalam godaan. Entah Anda itu termasuk investor yang terlalu sering bertransaksi, atau investor yang underperform dalam pengelolaan dana investasi. Disiplin diri dalam berinvestasi merupakan aset terbaik, sebaliknya kekurangan disiplin diri merupakan resiko terbesar Anda. Ada tujuh dosa dalam berinvestasi dan mungkin Anda pernah melakukan ketujuhnya. Anda ingin berubah jadi investor yang lebih baik di masa depan? Inilah tujuh hal yang harus Anda hindari menurut penulis Motley Fool - Harvey Jones, dilansir dari Sydney Morning Herald, Rabu (25/4/2012). 1. Kemarahan Emosi menutup kejernihan penilaian. Saat marah, Anda tidak bisa melihat hal lain dengan jernih. Banyak alasan dan penyebab investor emosi. Mungkin Anda baru saja mengalami perceraian yang mahal, membeli produk investasi terburuk atau melewatkan kesempatan bagus. Anda marah dan untuk menutupi kerugian, Anda memutuskan lebih agresif. Jadi Anda melakukan hal-hal gila seperti trading valas, logam mulia atau mempertaruhkan uang Anda untuk penambang spekulatif beresiko tinggi. Selalu ada waktu dan tempat untuk investasi agresif, tapi ingat segalanya harus dilakukan dengan kepala dingin. 2. Serakah Inilah dosa terberat investor. Serakah membuat Anda melepaskan investasi jangka panjang dengan imbal hasil layak untuk sebuah investasi saham fluktuatif. Keserakahan membuat beban investasi Anda semakin berat dengan berbagai potongan dan pajak karena Anda 'lari-lari' ke berbagai sektor investasi dan jenis saham. Serakah itu tidak baik dan sejarah jadi bukti bahayanya keserakahan. Anda harus mampu mengekang insting manusia paling dasar ini jika ingin jadi investor sukses jangka panjang. 3. Lamban Mungkin lamban merupakan salah satu dosa yang paling ringan. Investor lamban punya beberapa keuntungan. Mereka bisa menghemat biaya perantara dan pajak. Mereka menghindari membuat keputusan yang tergesa-gesa, misalnya menjual atau membeli saham buru-buru. Tapi lamban berinvestasi bukan strategi pintar jika Anda tidak memanfaatkan waktu itu untuk riset baik buruknya produk investasi sebelum membeli. Atau terlalu malas hingga pengelolaan dana Anda terus-terusan underperform. Mau tetap lamban atau tumbuh, pilihan ada di tangan Anda. 4. Angkuh Jika Anda pikir keberuntungan mengalir di dalam darah Anda, punya rahasia untuk kaya raya dari modal receh atau bisa menaklukkan pasar setiap tahunnya tanpa kegagalan, bersiaplah untuk terpuruk. Pasar modal itu kejam, tidak ada orang yang tahu segalanya. Jadi apa yang membuat Anda spesial dan merasa paling hebat? 5. Nafsu Pasti Anda pernah merasakan ini ketika mendengar investasi yang menjanjikan pertumbuhan 10%, saham yang sedang ngetren, tambang emas baru atau dana yang bisa menghasilkan imbal dua kali lipat. Berinvestasilah dengan cerdas. Ingat, itu hanya nafsu sesaat. 6. Iri Memangnya kenapa jika ada orang yang bisa membeli emas seharga US$ 600 per ons atau untung banyak karena sahamnya sedang naik? Setiap orang harus bisa mendapat penghasilan dari investasinya. Tunggu saja jika belum berhasil, kali ini bukan giliran Anda. Sabar, jangan iri atau buru-buru mengikuti strategi mereka. Nanti juga akan tiba giliran Anda. 7. Rakus Pasar modal menawarkan berbagai pilihan yang menggiurkan. Dari yang menjanjikan imbal hasil tinggi, eksotisnya minyak, hingga logam mulia yang menyilaukan. Anda harus memilih dengan cermat. Pilih yang sesuai dengan selera investasi Anda dan yang benar-benar Anda mengerti. Lalu tinggal fokus untuk mengembangkannya. Tidak ada yang suka dengan orang rakus. Metta Pranata

Baca selengkapnya...

Rabu, 31 Oktober 2012

Sony Vaio Duo 11 Hadir dengan Fitur Lengkap

WINDOWS 8 makin menjanjikan. Saat ini Sony pun sudah memiliki produk hibrida yang bisa mengoperasikan sistem operasi buatan Microsoft itu melalui model Vaio Duo 11. Sesuai jenisnya, Duo 11 dapat dijadikan komputer tablet atau laptop. Bisa menjadi laptop ketika penggunanya membuka dan mendudukkan layar seperti pada umumnya. Namun akan menjadi komputer tablet saat layarnya yang berukuran diagonal 11,6 inci ditutup. Untuk menunjang performa, Duo 11 dilengkapi dengan mesin Inte Core i5 berkecepatan 1,7Ghz yang juga digunakan di beberapa ultrabook serta RAM 8 GB. Kemudian data-data bisa disimpan di SSD yang memiliki kapasitas 128 GB. Sementara untuk fitur pelengkapnya, bisa dibilang cukup banyak. Tengok saja konektivitasnya yang terdiri dari dua selot USB 3,0. Salah satunya bisa digunakan sebagai pengisi ulang baterai ponsel pintar atau komputer tablet. Kemudian ada selot kartu SD dan MS, LAN, HDMI, VGA, dan audio 3,5 mm. Untuk konektivitas nirkabelnya tersedia Bluetooth 4,0 dan wi-fi 802,11n. Tidak lupa kamera depan dan belakang yang masing-masing memiliki resolusi 2,4 MP. Duo 11 dipastikan akan muncul setelah Microsoft meluncurkan Windows 8 pada akhir Oktober nanti. Sedangkan harganya sudah diumumkan dengan kisaran Rp10,4 juta. Budi Ernanto

Baca selengkapnya...

Selasa, 30 Oktober 2012

Kisah Seorang Pemuda di Gerbong Kereta

Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya: ”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu… mereka berjalan menyusul kita”. Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu. Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak: “Ayah, lihat itu, itu awan kan…? lihat… mereka ikut berjalan bersama kita juga…”. Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan. Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu: “Kenapa anda tidak membawa anak anda ini ke dokter jiwa?” Sejenak, ayah pemuda itu terdiam. Lalu ia menjawab: “Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. ia baru dioperasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya”. Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa. Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yg anda lihat saja. Barangkali saja bila anda mengetahui kondisi sebenarnya anda akan tercengang. Maka kita PERLU BERPIKIR SEBELUM BICARA...

Baca selengkapnya...

Senin, 29 Oktober 2012

Membangun Lobi Tidak Sekadar Makan Siang

Suatu hari sebelas tahun silam, seorang pria berusia 36 tahun yang baru selesai studi doktor hukum duduk di sebuah lobi hotel bintang lima. Melintas usahawan Sofjan Wanandi. Sofjan pernah kenal pemuda itu saat berkunjung ke Washington DC, Amerika Serikat, sehingga ia menyapa akrab pemuda tersebut. Keduanya lantas terlibat dalam percakapan. Derai tawa acap terdengar di antara mereka. Si pemuda lantas pamit karena hendak ke dokter. Dia juga akan melanjutkan pengobatannya ke Malaysia. Spontan Sofjan menyatakan ingin menemani pemuda tadi ke Malaysia. Dan itu benar dilakukannya. Ia tidak sekadar menemani anak muda itu, tetapi menunggui sampai sehat dan kembali ke Jakarta. Sampai hari ini, pemuda tersebut tidak bisa mengerti mengapa ia diperlakukan sangat baik oleh Sofjan. Padahal, ketika itu dia ”bukan siapa-siapa”. Ia hanya bekerja membantu sebuah firma hukum. Tetapi seperti ungkapan, untung dan malang siapa yang tahu, anak muda ini rupanya cemerlang. Ia menjadi pejabat negara dan bahkan menjadi menteri. Keduanya kini menjadi sahabat dekat, tetapi Sofjan tidak pernah memanfaatkan posisi anak muda tadi. Dalam peta politik dan ekonomi Indonesia, Sofjan memang terkenal pandai bergaul dan setia kawan. Kemampuan lobinya merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Temannya tersebar di lima benua. Apa yang ia lakukan terhadap anak muda itu tidak sekadar menunjukkan kualitas setia kawan yang tinggi, tetapi juga betapa tajam penciuman Sofjan terhadap seseorang yang potensial. Keengganan Sofjan ”memanfaatkan jasa” yang pernah ia lakukan justru menunjukkan kualitas lobi yang hebat. Ia bukan pelobi murahan. Beberapa kali menghadiri jamuan makan malam di beberapa kota di Amerika Serikat, di antaranya Washington DC, New York, dan Chicago, nama Sofjan sungguh wangi. Belasan orang yang ditemui langsung bertanya, ”Oh, apakah Anda kenal Sofjan Wanandi? Salam saya untuknya,” ujar Ketua Kamar Dagang Amerika Serikar Tom Donohoe. Ada sejumlah anak muda dan kaum senior di negeri ini yang ahli lobi, bahkan sekualitas Sofjan. Mereka memiliki jaringan lobi dan bisnis yang mencengangkan. Mereka adalah orang-orang yang sangat sabar membangun relasi. Kuat menahan keinginan, pandai menyembunyikan perasaan yang bergolak, dan bisa tetap tersenyum ramah kendati disindir. Membangun lobi harus dengan kesabaran yang tidak lumrah karena ia harus sangat toleran, memahami orang lain. Membangun lobi pun tidak boleh kampungan, misalnya memuji berlebihan atau menyalah-nyalahkan orang lain demi menyenangkan orang yang dilobi. Pelobi yang baik selalu bicara terukur. Boleh memuji, tetapi dengan bahasa yang cerdas. Sebagian di antara usahawan dan politisi Indonesia kerap terkesan kurang sabar. Acapkali tanpa disadari mereka melobi dengan gaya dagang sapi. Lobi juga kerap disederhanakan dengan makan siang atau makan malam bersama saja. Padahal, makan siang atau makan malam hanya satu dari begitu banyak kriteria lobi. Kalau sudah begini, bukan lobi lagi namanya, tetapi membangun kesulitan. Kita sadar bahwa salah satu esensi lobi adalah mengalah, jauh lebih banyak memberi daripada diberi, atau bergaul dengan menekankan seni. Melobi, baik dalam bisnis maupun politik, memang membutuhkan seni tersendiri. Seni itu tidak mudah diajarkan sebab banyak mengandalkan watak yang halus, berbudi pekerti baik, suka mengalah. Kalau lobi atas seseorang sudah mengakar dalam, pelobi akan dengan mudah ”memasukkan” keinginannya. Para usahawan Indonesia patut belajar membangun lobi yang hebat. Jaringan kian luas, bisnis akan lancar. Bintang Anda semakin cemerlang dengan lobi yang dahsyat. Abun Sanda

Baca selengkapnya...

Senin, 22 Oktober 2012

Labu Kembar

Alkisah di China, terdapat dua orang kakak beradik yang berbeda ibu. Ibu si kakak sudah lama meninggal. Kini dia tinggal bersama ayah, ibu tiri & adik tirinya. Sang kakak menanam pohon labu dan dengan rajin memeliharanya hingga tumbuh besar. Suatu hari mereka mendengar kabar bahwa raja sedang sakit parah, tabib istana mengatakan bahwa labu kembar dapat menyembuhkan penyakit raja. Maka di adakan sayembara, barangsiapa yang memiliki labu kembar akan mendapat satu peti emas. Sang kakak segera memberitahu pada keluarganya. Pada hari keberangkatan sang kakak ke ibukota, ibu memanggil si adik ke dalam dapur, "Ada dua potong kue, yang polos dan bergambar bunga. Berilah kakakmu kue yang bergambar bunga, sebab ibu telah memberi racun di dalamnya." "Kenapa ibu ingin membunuh kakak? Bukankah ibu juga menyayangi kakak?" "Ibu memang menyayanginya, tapi kamu adalah anakku dan ibu tidak rela bila kakakmu mendapatkan emas itu, maka biarlah dia memakan kue beracun ini." Kemudian si adik membawa kue itu ke kakaknya, "Adikku, tunggu kakak ya, kakak janji akan segera pulang dan membeli banyak oleh-oleh untukmu dari kota dan uang emas hadiahnya untuk kita bersama !!" Sang adik terdiam, kemudian berkata pada kakaknya, "Kakak, ibu memberi kita berdua kue, makanlah tapi aku ingin kue yang bergambar bunga." Setelah itu si adik dengan lahap memakan kue beracun itu. Setelah kepergian kakaknya, dia berkata pada ibunya, "Ibu, kue beracun itu telah kumakan, kakak sangat baik kepadaku, mana mungkin aku tega membunuhnya. Setelah aku mati, sayangilah dia seperti ibu menyayangiku..." Ibunya yang mendengarnya kemudian memeluknya, "Anak bodoh, tidak ada racun sama sekali di kue bergambar bunga itu. Ibu hanya menguji rasa sayangmu pada kakakmu, ibu kuatir kamu menjadi iri dengan kemujuran kakakmu..." Pesan Moral, "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."

Baca selengkapnya...

Kamis, 18 Oktober 2012

Bungkusan atau Isi ????

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUSAN-nya saja dan mengabaikan ISINYA. Bedakanlah apa itu Bungkusan dan apa itu Isinya!! Rumah yang indah hanya bungkusan, Keluarga Bahagia itu isinya. Pesta nikah hanya bungkusan, Cinta kasih, Pengertian dan Tanggung jawab itu isinya. Kecantikan hanya bungkusan, Kepribadian itu isinya. Jabatan hanya bungkusan, Pengabdian dan pelayanan itu isinya. Pergi ke tempat Ibadah itu bungkusan, Melakukan Firman Tuhan dalam hidup itu isinya. "Utamakanlah ISINYA...namun Rawatlah BUNGKUSNYA

Baca selengkapnya...