Syahril Syam
Senin, 07 September 2009
Dimanakah Anda Bergaul?
Syahril Syam
Selasa, 01 September 2009
Introspeksi Diri
Tak terasa tahun demi tahun, hari demi hari dan bulan demi bulan terus berganti, semua itu telah kita lewati bersama. Banyak kenangan yang telah kita lakukan bersama, yang mungkin tak dapat kita lupakan. Tahun, hari dan bulan yang selalu berganti merupakan suatu momen yang telah ditunggu banyak orang, karena hari yang baru bisa merubah suasana yang baru didalam kehidupan kita.
Segala sesuatu akan segera berubah
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa segala sesuatu akan mengalami perubahan atau mengalami ketidakkekalan, demikian pula diri kita juga tidak bisa terlepas dari perubahan. Misalnya; yang sering terjadi, dulunya mungkin kita baik terhadap seseorang, selalu welcome terhadap mereka, tapi pada akhirnya tidak menutup kemungkinan diri kita bisa menjadi benci, tidak suka, jengkel, bahkan ingin mengusir mereka dari dalam dari kehidupan kita.
Pentingnya disiplin moral
Seorang yang kehilangan nafas (alias meninggal dunia), kehilangan materi adalah sesuatu yang menakutkan, tetapi seorang yang kehilangan moral itu sangat menakutkan sekali, ini adalah Dhamma. Tetapi sangat berbeda dengan kondisi sekarang, karena orang yang kehilangan moral sampai 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun bahkan lebih mereka tidak pernah takut, tetapi seorang yang kehilangan Hp (Mobilephone) 1 menit saja, mereka sudah merasa sangat ketakutan sekali. Mereka menganggap Hp atau materi yang lain adalah sesuatu yang sangat berharga ketimbang moralitas yang hilang.
Tumbuhkan Metta didalam Diri kita
Metta adalah cinta kasih yang universal, cinta yang tidak memandang ras, agama dan suku. Untuk mewujudkan metta (cinta kasih), banyak sekali umat Buddha yang menunjukkan aktivitas mereka demi memancarkan metta dan bahkan ada yang memperingatinya sebagai hari Metta, yaitu pada 1 Januari. Penyaji tidak tahu dari mana sumber itu, apakah dari Sutta atau dari Vinaya. Kayaknya penyaji belum menemukannya.
Penyaji: Khemanando Bhikkhu
Ted Kennedy's Leadership Lessons
This was not about Ted Kennedy or his ego. He was known for humility, graciousness, and geniality in the Senate; he was not engaged in partisan contests to win for the sake of winning. The goals were so important that he was willing to work with political opponents to reach agreement on measures that served the people. His work with Republican Senator Orrin Hatch was a model for collaboration that transcended ideological disagreements. He supported President Bush's No Child Left Behind legislation for school reform; the cause of children was so important that he would rather compromise and get a little something done than prevent any action. Negotiating by calling on higher principles made him effective with principled members of the other party.
Business leaders who operate from a sense of values and purpose — a theme of my new book SuperCorp — are similarly able to win adherents and negotiate better deals, because they suspend ego in support of a cause larger than themselves. By working for others rather than scrambling for career advantage, they enhance their own reputations. And the work is more important than title or position. Ted Kennedy will go down in history as the Lion of the Senate and one of the most important figures of our time, although he was not the President, nor even the "CEO" of the Senate or his party. His mission gave him moral power as important as position power.
Business leaders should heed that lesson above all: Performance, mission, and endurance are possible because the people we support and care about also support us.
Rosabeth Moss Kanter
Mengolah Kebakaran Menjadi Keteduhan
Gede Prama
Senin, 31 Agustus 2009
Perekonomian Multi-Faktor
Mengacu pada kategorisasi BPS, maka terdapat sembilan sektor dalam perekonomian nasional. Sektor-sektor tersebut adalah: (1) Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, (2) Pertambangan dan penggalian, (3) Industri pengolahan, (4) Listrik dan air bersih, (5) Konstruksi, (6) Perdagangan, hotel dan restoran, (7) Pengangkutan dan komunikasi, (8) Keuangan, real estat, dan jasa perusahaan, serta (9) Jasa-jasa. Dengan memerhatikan kategori sektoral ini, penurunan pertumbuhan ekonomi antara triwulan I-2009 dan triwulan II-2009 mencuatkan pertanyaan krusial: faktor apa sesungguhnya yang lemah sehingga pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan?
Soliditas Per Sektor
Multi-Faktor
Businessnews
In Simplicity We Trust
If you're a car dealer in the "cash for clunkers" program, you've seen something similar recently in the ten-page application for reimbursement. In fact, many dealers dropped out of the program prematurely because the paperwork was so onerous that it caused a huge backlog in reimbursements, which caused the dealerships to "front" the money for the government.
Why do managers (and government officials) perpetuate these complex, time-consuming, and downright annoying processes? And would it make a difference if they were changed? Here's a quick example of what can happen when managers don't accept complexity.
When Paul van de Geijn was the CEO of Zurich's Global Life Insurance business, he brought his European country managers together for a conference in Barcelona. At the meeting he gave each of them five minutes to fill out the application form for the simplest type of life insurance for his or her country. When nobody was able to fill out the form in the allotted time, van de Geijn convinced his team to start a simplification program that they called "Make Life EaZy". In this program, the Zurich managers looked at every aspect of their business from the perspective of how to make it easier for the customer to understand, purchase, and renew life insurance. The results: In the first year, in the participating countries, sales increased by 7%, re-investment rates (buying new products when old ones mature) went up by 24%, and far fewer customers cancelled policies (all astounding numbers in a low-growth, mature business).
Why did simplicity make such a substantial difference for Zurich? Besides making it easier to do business, simplicity also changed the underlying relationship between the company and its customers. When you ask redundant questions, one of the subtle messages to customers is that we don't trust your answers — we need to ask you the same thing several times in different ways so that we can make sure you're being truthful. Similarly, when you create complicated explanations of products, services, and contracts, customers often feel that you aren't being truthful about what's being offered — otherwise the material would be straightforward and easy to understand. In other words, complexity does more than just waste your customers' time — it potentially undermines the relationship.
But herein lies the opportunity. If complexity causes distrust, then simplicity can foster the opposite — a relationship in which customers want to do business not only because it's easy but also because they trust you. So take a fresh look at your customer contact mechanisms. Do they not only make it easy for the customer to do business with you, but do they make the customer want to do business with you? The answer can make all the difference.
What customer contact mechanisms do you employ to achieve simplicity — and foster trust?
by Ron Ashkenas
Tips Agar Uang THR Tak Ludes
Saat menjelang Lebaran, tentunya anda tak sabar menunggu Tunjangan Hari Raya (THR) masuk ke rekening. Kebutuhan meningkat menjelang Lebaran terkadang membuat anda tak sadar tiba-tiba THR langsung lenyap.
Bahkan setelah liburan berakhir, tiba-tiba anda merasa menjadi bangkrut? Apakah kebutuhan sehari-hari yang tiba-tiba sulit anda penuhi?
Parahnya lagi, mungkin anda justru terpaksa berutang pada saudara atau teman setelah bulan sebelumnya anda mendapatkan THR. Lalu kemana larinya uang banyak yang kita peroleh sebelum libur hari raya ini?
Bila kita tidak ingin bangkrut setelah lebaran, caranya adalah menyisihkan atau menabung sebagian dari THR. Tapi mungkinkah THR ditabung? Jawabannya sangat mungkin!
Hal itu dikarenakan pemasukan bersifat terbatas sedangkan kebutuhan dan keinginan bersifat tidak terbatas. Salah satu hal yang menyebabkan seseorang sulit menabung adalah karena kita tidak mempunyai tujuan keuangan.
Tanpa tujuan keuangan yang spesifik, maka tidak ada dorongan atau motivasi untuk mencapai apa yang diidamkan selama ini.
Berikut ini tips dari Citibank agar uang THR anda tidak mudah habis:
Pertama, berusaha menjadi lebih bertanggung jawab. Setiap orang sebenarnya bisa mengatur keuangan pribadi atau keluarganya. Baik anda yang memang sudah pintar menabung, atau anda yang masih punya kebiasaan boros. Sebenarnya bisa menabung, syaratnya mau berusaha.
Kedua, menjadikan menabung sebagai prioritas sebelum berbelanja. Menabung lah sebelum berbelanja keperluan hari raya. Sisihkanlah paling tidak 10 persen dari THR anda.
Ketiga, mempunyai kontrol diri yang ketat. Hindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Kalau kita ingin bisa menabung dengan baik, kita harus bisa hemat.
Keempat, memisahkan rekening tabungan dari rekening penerimaan gaji dan kebutuhan harian. Karena bila anda menyatukan tabungan untuk kebutuhan harian dan tabungan untuk tujuan masa datang dalam rekening, maka bisa jadi anda menemui kesulitan untuk menyisihkan sebagaian dari tabungan tersebut.
VIVAnews
Minggu, 30 Agustus 2009
Ilmuwan Bisa Ubah Jenis Kelamin Ayam
Dengan memanipulasi embrio ayam dan mengurangi tingkat gen dari DMRT1, para ilmuwan telah dapat mengubah testis menjadi ovarium dan membuat pembalikan jenis kelamin jantan dan wanita.
Dengan 80% genetik sama antara burung dengan manusia, teknologi itu juga dapat digunakan untuk mengeksplorasi gen penyakit manusia.
Peneliti Dr. Craig Smith mengatakan DMRT diperkirakan memainkan peranan kecil pada jenis kelamin manusia, tetapi penelitian mungkin mungkin membantu untuk mengetahui penyebab cacat kelamin.
“Ini merupakan kemajuan dalam memahami determinasi jenis kelamin pada burung dan menyediakan petunjuk bagaimana proses itu berhubungan dari burung dan mamalia” kata Dr. Craig.
Hari YD
Perekonomian Dunia Berangsur Keluar dari Resesi Terburuk
Negara-negara di kawasan Asia Pasifik dalam pemulihan ekonomi tampak berjalan lebih cepat dari kawasan lainnya di dunia, terutama berkat adanya paket kebijakan stimulus miliaran dolar AS dan permintaan pasar yang tetap kuat dari China.
Negara-negara Asia, seperti China, India, Indonesia, Korea Selatan, dan Vietnam selama resesi ekonomi dunia tetap mampu menjaga pertumbuhan positifnya, meski ada perlambatan.
Jepang sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia mulai keluar dari resesi di kuartal kedua tahun ini berkat paket stimulus dan kebijakan moneter sangat longgarnya.
Jika pada kuartal keempat 2008 dan kuartal pertama 2009, perekonomian negeri sakura masing mencatat negatif 3,5 persen dan negatif 3,1 persen, pada kuartal kedua mulai positif 0,9 persen, yang menandakan masa resesi susah memudar.
"Selama ini peran AS sangat penting terhadap pertumbuhan Asia, namun untuk periode ini menjadi kurang penting. Adalah kemampuan negara kawasan Asia menggunakan instrumen kebijakan domestik dan mengambil keuntungan adanya pasar regional yang terus tumbuh telah membantu pemulihan lebih cepat, daripada AS dan Eropa," kata Subir Gokarn, Kepala Ekonom Standard and Poor`s wilayah Asia Pasifik.
Namun demikian ada beberapa negara Asia yang masih terseok-seok merangkak untuk mencapai pertumbuhan positif di antaranya Singapura, Malaysia dan Thailand. Di tiga negara itu masih terlilit kondisi resesi, walau indikator ekonomi menujukkan tren perbaikan untuk kembali ke jalur pertumbuhan.
Singapura diyakini membaik karena produksi manufaktur telah pulih, dengan naik 12,4 persen hingga Juli tahun ini, yang merupakan kenaikan tertinggi selama 12 bulan terakhir.
Perekonomian Malaysia masih dalam kondisi resesi teknikal setelah pada kuartal kedua pada kondisi merosot 3,9 persen, walau lebih baik dari kuartal pertama tercatat penyusutan 6,2 persen, yang merupakan kemerosotan ekonomi pertamakali dalam hampir delapan tahun terakhir.
Hampir sama juga dialami perekonomian Thailand yang pada kuartal kedua masih kontraksi walau sudah berkurang dengan minus 4,9 persen, dibanding kuartal pertama minus 7,1 persen.
Subir Gokarn menilai peran China yang memiliki populasi terbesar di dunia dan mampu menjaga pertumbuhan sekitar delapan persen menjadi lokomotif kawasan Asia dengan permintaan pasar yang besar telah menolong pergerakan ekonomi negara-negara di kawasan Asia lainnya, termasuk negara Asia yang sebelumnya sangat bergantung pada ekspor ke negara Barat.
Eropa membaik
Di Barat sendiri, beberapa negara utama di Eropa yang mengalami resesi mulai menunjukkan perbaikan ekonomi. Berdasarkan data kantor statistik Eurostat, perekonomian Prancis dan Jerman untuk kuartal kedua 2009 telah tumbuh sama masing-masing 0,3 persen, dari kuartal pertama sebelumnya masing-masing negatif 1,3 persen dan negatif 3,5 persen.
Pertumbuhan positif dua negara besar di wilayah yang menggunakan mata uang euro (eurozone) merupakan sinyal positif, walau aktivitas ekonomi di seluruh eurozone yang terdiri atas 16 negara anggota itu masih menunjukkan resesi.
Pertumbuhan di eurozone di kuartal kedua itu masih negatif 0,1 persen, walau angka itu lebih baik daripada kuartal pertama tahun ini yang tercatat pertumbuhan negatif 2,5 persen.
Perusahaan informasi keuangan Markit dalam survei terakhirnya menyebutkan, lepas kuartal kedua ini aktivitas bisnis di eurozone untuk Agustus -- yang ditunjukkan dengan indeks gabungan pembelian dari para manajers -- mengalami perbaikan. Indeks itu telah naik tiga poin menjadi 50, yang berarti pada posisi tengah antara ekspansi dan kontraksi.
Di luar eurozone, masih di Eropa, negeri Ratu Elizabeth untuk kuartal kedua juga masih menunjukkan kondisi resesi ekonomi. Data kantor Eurostat menyebutkan Inggris pada kuartal kedua masih mencatat pertumbuhan negatif 0,8 persen, yang merupakan kontraksi kelima kalinya secara berturt-turut.
Namun angka itu lebih kecil dibandingkan kuartal pertama 2009 yang mencatat negatif 2,4 persen, yang menandakan adanya sinyal pemulihan yang berangsur.
Pada level professional di Inggris sendiri, menurut survei the Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), ada optimisme bahwa resesi negerinya saat ini "pada posisi berakhir".
Melalui pengukuran dengan indeks keyakinan bisnis di Inggris, ternyata ada lonjakan pencapaian dari minus 28,2 persen menjadi positif 4,8 persen, yang merupakan perbaikan kuartalan terbesar sejak survei mulai dilakukan pada 2003.
"Dari indeks tersebut menunjukkan resesi di Inggris Raya `pada tahap berakhir`. Tidak diragukan lagi perekonomian Inggris Raya pada jalur pemulihan, meski kami tidak meremehkan adanya tantangan ke depan untuk bisnis," kata Direktur Pelaksana ICAEW Michael Izaa.
Untuk AS, yang merupakan biang krisis keuangan global terburuk setelah depresi besar 1930-an, menunjukkan prospek kembali pada pertumbuhan dalam waktu dekat.
Untuk kuartal kedua 2009 perekonomian AS masih negatif 1,0 persen, namun sudah lebih baik dari puncak resesi pada kuartal pertama 2009 yang tercatat negatif 6,4 persen.
Ketua bank sentral AS, the Federal Reserve, Ben Bernanke di hadapan para bankir di Jackson Hole, negara bagian Wyoming akhir pekan lalu menyatakan bahwa aktivitas ekonomi AS saat ini mendatar setelah mengalami kontraksi selama setahun sebelumnya.
Kabar positif juga keluar dari para pialang properti di AS yang tergabung dalam National Association of Realtors bahwa penjualan perumahan AS naik 7,2 persen pada Juli. Angka ini merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam satu dekade terakhir.
Selama ini kelesuan pasar perumahan dan problem kesulitan pemilik rumah untuk membayar kredit perumahan adalah faktor pemicu krisis ekonomi AS dan kelesuan global yang mengikutinya.
"Pemulihan ekonomi akan berlangsung lambat pada awalnya, dan akan terjadi penurunan tingkat pengangguran secara bertahap dari level tertingginya," kata Bernanke.
Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi perekonomian AS akan tumbuh 0,75 persen pada tahun depan, setelah merevisi prediksi sebelumnya bahwa di AS tidak ada pertumbuhan.
Tak diragukan lagi, perekonomian dunia pada paruh kedua tahun ini mulai menggeliat dan satu per satu negara-negara yang terkena resesi mulai menancapkan kakinya keluar dari resesi ekonomi global terburuk ini.(*)
Zaenal Abidin - ANTARA
Marie Curie
Masa depan baginya semula sangat suram karena saat itu pemerintah Polandia yang kolot tidak menginjinkan kaum wanita untuk menempuh jenjang pendidikan di universitas. Marja sempat bergabung dengan apa yang disebut sebagai "Universitas Bawah Tanah", sebuah sebutan yang agak aneh untuk kegiatan sekelompok pemuda yang dengan keberaniannya bertekad untuk mempelajari apa saja yang sebenarnya terlarang bagi mereka. Pada masa inilah Marja beserta kakaknya, Bronja memutuskan untuk pergi ke negara lain untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka memilih Paris sebagai tempat menimba ilmu. Bronja berangkat terlebih dahulu, sementara Marja bekerja sebagai pengasuh anak untuk membiayai studi kakaknya. Mereka sudah bersepakat, apabila kelak Bronja sudah menyelesaikan studi dan hidup cukup mapan di Paris, maka Marja dapat menyusul, dan giliran Bronja untuk membiayai kuliah adiknya itu.
Pada 1891, dalam usianya yang 23 tahun, Marja menyusul kakaknya berangkat ke Paris. Ia berhasil memperoleh gelarnya yang pertama dalam bidang Fisika di universitas Sorbonne pada 1893. Setahun kemudian, ia menyabet gelar keduanya dalam bidang Matematika. Pada 26 Juli 1895, dalam usia 27 tahun, Marja menikah dengan Piere Curie, seorang ilmuwan terkemuka yang juga menjabat kepala laboratorium akademi Fisika dan Kimia di kota Paris. Piere bertemu Marja setahun sebelumnya, ketika usianya 35 tahun. Setelah menikah, Marja lantas lebih dikenal sebagai Marie Curie. Sementara itu, ilmu Fisika berkembang dengan pesat. Pada 8 November 1895, Wilhelm Rontgen, seorang ahli Fisika berkebangsaan Jerman berhasil menemukan Sinar-X. Berikutnya, pada 28 Februari 1896, Henri Becquerel, seorang Fisikawan Prancis menemukan bukti bahwa mineral uranium memancarkan sejenis sinar yang tidak kasat mata namun dapat membekas pada pelat fotografi.
Pada 1897, setelah melahirkan anaknya yang pertama, Irine, Marie memutuskan untuk memulai penelitian tentang sinar tak kasat mata yang ditemukan Becquerel sebagai subjek untuk memperoleh gelar doktornya. Dengan melakukan penelitian ini saja, ia sebenarnya sudah mencatatkan sejarah mengingat hingga saat itu di Eropa belum ada seorang wanitapun yang berhasil meraih gelar doktor. Marie melakukan penelitiannya pada sebuah ruangan kecil yang sebagiannya dipakai sebagai gudang di Akademi Fisika dan Kimia kota Paris. Ruangan itu sebenarnya kurang memenuhi syarat sebagai sebuah laboratorium. Hawa didalamnya sangat dingin, lembab dan sangat tidak nyaman. Udara yang dingin juga membuat beberapa perangkat sensor tidak dapat bekerja dengan akurasi yang semestinya.
Langkah pertama yang dilakukannya adalah menemukan cara untuk mengukur sinar misterius tersebut melalui kuat arus listrik yang ditimbulkannya di udara. Untuk itu, ia dibantu oleh sebuah alat yang diciptakan oleh Piere beserta saudaranya, Jacques. Alat yang disebut elektrometer itu bekerja dengan mengukur arus listrik di udara, seberapapun kecilnya. Becquerel telah membuktikan bahwa sinar yang dipancarkan uranium menimbulkan arus listrik di udara. Dengan memanfaatkan elektrometer, Marie dapat mengetahui intensitas sinar dengan mengukur kuat arus listrik di udara. Marie segera mengumpulkan sampel aneka mineral dan kemudian mengujinya satu demi satu. Dalam beberapa hari ia segera memperoleh hasilnya yang
pertama. Ia segera mengetahui bahwa intensitas sinar misterius tersebut bergantung pada banyaknya kandungan uranium dalam sampel: makin banyak kandungan uranium, maka intensitas sinar makin kuat. Kekuatan sinar juga tidak tergantung pada bentuk maupun kondisi sampel (apakah dalam keadaan basah, kering, panas, dingin, dalam bentuk bongkahan atau serbuk).
Marie kini tahu bahwa memang uraniumlah yang memancarkan sinar tersebut. Pertanyaan berikutnya yang harus dijawab adalah: apakah ada mineral-mineral lain yang memancarkan sinar yang sama? Setelah meneliti berbagai sampel, ia kemudian menemukan bahwa mineral yang disebut thorium juga memancarkan sinar sejenis. Jelas orang tidak dapat menyebut sinar misterius ini sebagai "sinar uranium". Oleh karena itu, maka Marie menggunakan istilah "radioaktifitas", suatu sebutan yang masih dipakai hingga kini. Penelitian lebih jauh pada sejenis mineral yang bernama pitchblende menunjukkan tingkat radioaktifitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan uranium dan thorium. Namun hingga saat itu, unsur yang bertanggung jawab terhadap radioaktifitas masih berupa tanda tanya.
Pada 1898, Piere yang telah menyaksikan segala upaya yang dilakukan isterinya memutuskan untuk ikut terjun membantu penelitiannya. Bersama mereka memisahkan berbagai unsur yang membentuk material pitchblende untuk menemukan unsur yang dicari. Pada 6 Juni 1898, mereka berhasil menemukan sebuah unsur yang kemudian mereka beri nama "Polonium", sebagai penghargaan terhadap Polandia, tanah air Marie. Akan tetapi, bukti-bukti menunjukkan bahwa masih ada unsur lain yang tersembunyi. Unsur yang belum diketemukan itu mereka sebut sebagai Radium.
Mengekstraksi radium dari batuan pitchblende menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan. Pekerjaan yang mereka mulai sejak 1898 itu baru menampakkan hasil pada 1902. Saat itu, 4 tahun setelah ia pertama kali mengumumkan bahwa radium mungkin ada, Marie akhirnya memenangkan pertempuran dengan keberhasilannya mengekstraksi sepersepuluh gram radium dari batuan pitchblende. Saat itulah, untuk pertama kalinya dunia dapat melihat sumber sinar misterius yang telah dicari selama bertahun-tahun itu. Hasil ini akhirnya membawa Marie untuk memperoleh gelar doktornya pada 1903. Berikutnya, bersama dengan Becquerel, pasangan Piere-Marie Curie memperoleh hadiah Nobel dalam bidang Fisika atas penemuannya mengenai prinsip- prinsip radioaktifitas.
Sayang, penelitian terhadap radioaktifitas ini akhirnya menggerogoti kesehatan Marie. Pengetahuan yang masih minim tentang radiasi membuat Marie tidak menyadari bahaya yang mengintainya. Gas radioaktif berkeliaran dengan bebas didalam laboratoriumnya. Sementara itu, radiasi sinar Gamma berpengaruh buruk terhadap jaringan sumsum tulang dan memicu serangan kanker. Bahkan hingga kini, 100 tahun kemudian, buku-buku catatan penelitian Marie masih sangat radioatif sehingga harus dilindungi oleh lempengan timbal. Setelah melahirkan anak keduanya, Eve, pada 1904, kesehatan Marie terus menurun. Kesedihan juga menimpanya ketika pada 19 April 1906, suaminya Piere meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Di lain pihak, kariernya sebagai ilmuwan terus bersinar. Pada 1906, ia tercatat sebagai wanita pertama yang memberikan kuliah di Sorbonne. Pada 23 Januari 1911, Marie dianugerahi Nobel dalam bidang Kimia (Ia orang pertama yang pernah mendapat hadiah nobel hingga dua kali). Pada 1912, Marie ditunjuk sebagai direktur pada institut radium di Paris. Selama Perang Dunia I (1914-1918) Marie mengatur pengadaan unit-unit sinar-X untuk menangani korban perang, dan mendidik 150 orang operator. Sementara itu, pemahaman terhadap radioaktifitas berkembang dengan pesat, ketika puterinya, Irene, beserta suaminya Frederic Joliot, ilmuwan Fisika berkebangsaan Prancis berhasil menemukan radioaktifitas buatan.
Pada 4 Juni 1934, Marie Curie akhirnya meninggal dunia setelah bertahun-tahun mengidap penyakit akibat terus menerus terpapar radiasi. Setahun kemudian, putrinya, Irene beserta Frederic mengikuti jejak ibunya dengan meraih nobel dalam bidang Fisika. Kelak, sekitar dua puluh tahun kemudian, pasangan suami-isteri ini menyusul Marie ke alam baka, juga karena penyakit akibat paparan radiasi. Radioaktifias terus berkembang, dan digunakan untuk berbagai keperluan. Kita memanfaatkannya untuk terapi radiasi bagi penderita kanker, juga untuk memodifikasi gen tanaman untuk menghasilkan varietas baru yang lebih unggul. Buah karyanya juga membuka jalan bagi penemuan tentang struktur dan pengembangan daya nuklir. Sejarah kelak mencatat bahwa nuklir selain dapat digunakan sebagai sumber energi yang efisien, juga dapat dikembangkan sebagai senjata pemusnah massal yang mengerikan dalam masa perang.
Walaupun dikenal sebagai ilmuwan besar, pasangan Piere-Marie Curie hidup dalam kesederhanaan. Sebenarnya mereka bisa saja menjadi kaya-raya apabila mematenkan proses ekstraksi radium temuannya. Tetapi betapapun miskin, mereka tetap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari temuan mereka. Tidak ada sedikitpun yang mereka rahasiakan bagi dunia untuk kepentingan kemanusiaan.
Kompas forum
Jumat, 28 Agustus 2009
Renungan Indah
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yang tak
sesuai keinginanku
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....."
W.S. Rendra
Kamis, 27 Agustus 2009
What to Do When You're Out of Control
I was sitting at the front of the plane and made eye contact with the flight attendant.
"What's the problem?" I mouthed.
But in fact, everything had changed. Our level of anxiety had skyrocketed. We were on a plane that was stuck in the air, unable to land but apparently unsafe to fly for a reason none of us but the pilot knew, and there was nothing we could do about it.
It occurred to me how psychologically similar this circumstance was to so many others we experience. We were stuck in a situation in which we are not in control and cannot immediately escape. Like the economy. Or at times, our company or our team.
Someone on your team is consistently unprepared at meetings. You're not the leader so you can't declare it unacceptable. What do you do? You could complain to others or roll your eyes or try to ignore it. Or you could hold the baby: partner with him on a project, offer to prepare with him, or share ideas before the next meeting.
Peter Bregman
Cara Berpikir
Jawaban yang luar biasa orisinilnya ini membuat pemeriksa ujiannya begitu geram sehingga akibatnya sang mahasiswa langsung tidak diluluskan. Si mahasiswa naik banding atas dasar bahwa jawabannya tidak bisa disangkal kebenarannya, sehingga universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasusnya.
Arbiter menyatakan bahwa jawabannya memang betul-betul benar, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai ilmu fisika. Untuk mengatasi permasalahannya, disepakati bahwa sang mahasiswa akan dipanggil, serta akan diberikan waktu enam menit untuk memberikan jawaban verbal yang menunjukkan paling tidak sedikit latar belakang pengetahuannya mengenai prinsip2 dasar ilmu fisika.
Selama lima menit, si mahasiswa duduk tepekur, sampai dahinya terlihat berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu sudah sangat terbatas, yang mana sang mahasiswa menjawab bahwa ia sudah memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi tidak bisa memutuskan yang mana yang akan dipakai.
Saat diingatkan hakim untuk ber-buru2, sang mahasiswa menjawab sebagai berikut:
"Pertama-tama, ambillah barometer dan bawalah sampai ke atap pencakar langit. Lemparkan melewati pinggir atap, dan ukurlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah. Ketinggian bangunan bisa dihitung dari rumus H = 0.5g x t pangkat 2. Tetapi ya sayang barometernya menjadi rusak."
"Atau, bila matahari sedang bersinar, anda bisa mengukur tinggi barometer, tegakkan diatas tanah, dan ukurlah panjang bayangannya. Setelah itu, ukurlah panjang bayangan pencakar langit, sehingga hanya perlu perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana untuk menetapkan ketinggian pencakar langitnya."
"Tapi kalau anda betul-betul ingin jawaban ilmiah, anda bisa mengikat seutas tali pendek pada barometer dan menggoyangkannya seolah pendulum, pertama di permukaan tanah kemudian saat diatas pencakar langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas dasar perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 pi akar dari (l/g)."
"Atau kalau pencakar langitnya memiliki tangga darurat yang eksternal, akan mudah sekali untuk menaiki tangga, lalu menggunakan panjangnya barometer sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan, sehingga tinggi pencakar langit = penjumlahan seluruh satuan barometernya pada dinding pencakar langit."
"Bila anda hanya ingin membosankan dan bersikap ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer untuk mengukur tekanan udara pada atap pencakar langit dan di permukaan tanah, lalu mengkonversikan perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk memperoleh ketinggian bangunan."
"Tetapi karena kita senantiasa ditekankan agar menggunakan kebebasan berpikir dan menerapkan metoda-metoda ilmiah, tentunya cara paling tepat adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan mengatakan: 'Bila anda menginginkan barometer baru yang cantik, saya akan memberikannya pada anda jika anda memberitahukan ketinggian pencakar langit ini."
Sang Arbiter termangut-mangut mendengarkan penjelasan si Mahasiswa yang berapi-api.
Mahasiswa tersebut adalah Niels Bohr. Dia dikenal sebagai satu- satunya warga Denmark yang memenangkan hadiah Nobel untuk Fisika.
Lihat, tidak perlu berpikir rumit bukan?
Sumber : Kompas forum
Geser Dikit !
'Bapak, kenapa harus dipotong ? Bukankah bapak cukup menggeser tempat duduk saja,' kata anaknya.
Sang bapak menggeser tempat duduknya dan terlihat matahari pagi, 'Oh ya..kamu benar nak,' jawabnya.
Begitulah kita seringkali beranggapan masalahnya ada diluar tanpa berani mengatakan sebenarnya masalahnya ada di dalam diri kita sendiri yaitu cara berpikir kita.
Cara kita memandang masalah sebenarnya sumber dari masalah. Menggeser sedikit cara pandang kita berarti menyelesaikan masalah.
Seperti cerita diatas, sang bapak tidak perlu menebang pohon, akan butuh berapa banyak biaya yang dikeluarkan sementara hanya dengan menggeser tempat duduk masalahnya menjadi selesai.
Itulah sebabnya cara pandang seseorang merupakan cerminan dari kehidupan yang dijalaninya.
cara pandang yang sehat, maka akan membuat perkataan kita menjadi sehat.
Melalui perkataan yang sehat dan baik, maka akan timbul tindakan yang baik dan sehat.
Melalui tindakan yang baik akan tercipta kebiasaan yang baik dan sehat.
Dan melalui kebiasaan yang baik inilah akan menentukan hidup sehat dalam diri kita.
Jadi menjaga pikiran agar senantiasa berprasangka baik kepada orang lain, bersyukur pada malam hari ketika menjelang tidur, tidak lupa pula mendoakan untuk semua orang maka kebahagiaan akan melimpah di dalam hati kita dan membuat tubuh kita menjadi bugar dan sehat dipagi hari.
Oleh : Agussyafii
Rabu, 26 Agustus 2009
A good Story
"Are you hungry?" she asked.
Suddenly the man felt a gentle hand under his arm. "What are you doing, lady?" the man asked angrily. "I said to leave me alone."
Just then a policeman came up. "Is there any problem, ma'am?" he asked.
"No problem here, officer," the woman answered.
"I'm just trying to get this man to his feet. Will you help me?"
The officer scratched his head. "That's old Jack. He's been a fixture around here for a couple of years. What do you want with him?"
"See that cafeteria over there?" she asked.
"I'm going to get him something to eat and get him out of the cold for a while."
"Are you crazy, lady?" the homeless man resisted. "I don't want to go in there!" Then he felt strong hands grab his other arm and lift him up. "Let me go, officer. I didn't do anything."
"This is a good deal for you, Jack," the officer answered. "Don't blow it."
Finally, and with some difficulty, the woman and the police officer got Jack into the cafeteria and sat him at a table in a remote corner. It was the middle of the morning, so most of the breakfast crowd had already left and the lunch bunch had not yet arrived.
The manager strode across the cafeteria and stood by his table. "What's go! ! ing on h ere, officer?" he asked. "What is all this, is this man in trouble?"
"This lady brought this man in here to be fed," the policeman answered.
"Not in here!" the manager replied angrily. "Having a person like that here is bad for business."
Old Jack smiled a toothless grin. "See, lady. I told you so. Now, if you'll let me go. I didn't want to come here in the first place."
The woman turned to the cafeteria manager and smiled. "Sir, are you familiar with Eddy and Associates, the banking firm down the street?"
"Of course I am," the manager answered impatiently. "They hold their weekly meetings in one of my banquet rooms."
"And do you make a goodly amount of money providing food at these weekly meetings?"
"What business is that of yours?"
"I, sir, am Penelope Eddy, president and CEO of the company."
"Oh." said the manager.
The woman smiled again. "I thought that might make a difference."
She glanced at the cop who was busy stifling a laugh. "Would you like to join us in a cup of coffee and a meal, officer?"
"No thanks, ma'am," the officer replied. "I'm on duty."
"Then, perhaps, a cup of coffee to go?"
"Yes, ma'am. That would be very nice." The cafeteria manager turned on his heel. "I'll get your coffee for you right away, officer."
The officer watched him walk away. "You certainly put him in his place," he said.
"That was not my intent. Believe it or not, I have a reason for all this."
She sat down at the table across from her amazed dinner guest. She stared at him intently. "Jack, do you remember me?"
Old Jack searched her face with his old, rheumy eyes.
"I think so. I mean you do look familiar."
"I'm! a ! lit tle o lder perhaps," she said.
"Maybe I've even filled out more than in my younger days when you worked here, and I came through that very door, cold and hungry."
"Ma'am?" the officer said questioningly. He couldn't believe that such a magnificently turned out woman could ever have been hungry.
"I was just out of college," the woman began. "I had come to the city looking for a job, but I couldn't find anything.
Jack lit up with a smile. "Now I remember," he said. "I was behind the serving counter. You came up and asked me if you could work for something to eat. I said that it was against company
policy."
"I know," the woman continued. "Then you made me the biggest roast beef sandwich that I had ever seen, gave me a cup of coffee, and told me to go over to a corner table and enjoy it. I was afraid that you would get into trouble. Then, when I looked over and saw you put the price of my food in the cash register, I knew then everything would be all right."
"So you started your own business?" Old Jack said.
"I got a job that very afternoon. I worked my way up. Eventually I started my own business that, with the help of God, prospered."
She opened her purse and pulled out a business card. "When you are finished here, I want you to pay a visit to a Mr. Lyons. He's the personnel director of my company. I'll go talk to him now and I'm certain he'll find something for you to do around the office." She smiled. "I think he might even find the funds to give you a little advance so that you can bu! y some! clothes and get a place to live until you get on your feet. If you ever need anything, my door is always open to you."
There were tears in the old man's eyes. "How can I ever thank you?" he asked.
"Don't thank me," the woman answered. "To God goes the glory. He led me to you."
Outside the cafeteria, the officer and the woman paused at the entrance before going their separate ways.
"Thank you for all your help, officer," she said.
"On the contrary, Ms. Eddy," he answered.
"Thank you. I saw a miracle today, something I'll never forget. And thank you for the coffee."
"Have a Wonderful Day. May God bless you always, and don't forget that when you 'cast your bread upon the waters,' you never know how it will be returned to you."
God is so big He can cover the whole world with his Love and so small He can curl up inside your heart. When God leads you to the edge of the cliff, trust Him fully and let go. Only 1 of 2 things will happen: either He'll catch you when you fall, or He'll teach you how to fly!
The power of one sentence: God is going to shift things around for you today and let things work in your favor. God closes doors no man can open & God opens doors no man can close. Have a blessed day and remember to be a blessing.